Sabtu, 05 Mei 2012

Lima tahun sudah  tanpa terasa, sejak 2007 hingga saat ini aku mengabdi sebagai pendamping program PKH ( Program Keluarga Harapan ), program dari Kementerian  Sosial yang membantu orang orang miskin untuk pendidikan dan kesehatan.
Bukan untuk membiayai pendidikan dan kesehatannya , tetapi program bantuan tunai ini adalah bantuan untuk insentif karena orang orang miskin mau menyekolahkan anaknya dan membawa balitanya ke posyandu, juga kalau mereka hamil mau memeriksakan kandungannya ke tenaga medis minimal 4 kali selama masa kehamilan.
Aku tak hendak menceriterakan mengenai program ini , karena blog ini adalah blog pribadiku, aku hanya ingin menceriterakan pengalaman sebagai pendamping PKH .
Kira kira awal tahun 2007 , seorang teman yang kebetulan berdinas di Dinas Sosial , menginformasikan bahwa ada lowongan pendamping PKH, saat itu masih banyak yang belum tahu apa itu PKH ( kalau saat ini sich menjadi program unggulan nasional lho hehehe narsis dikit ), sebenarnya aku ragu waktu apakah mungkin bisa diterima mengingat usiaku yang sudah tidak muda lagi, ternyata usiaku memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi pendamping, dan Alhamdulillah setelah melalui beberapa tahapan test aku diterima dan ditempatkan di Kecamatan Kalisat Jember. Sebuah Kecamatan yang termasuk miskin karena masyarakatnya banyak yang miskin.
Dan aku mendapat tugas di Desa Patempuran, dimana kebanyakan masyarakatnya keturunan etnis Madura ( maaf bukan bermaksud SARA ), sementara aku sama sekali tidak bisa berbahasa madura .
Pertama menjalankan tugas sebagai pendamping aku bengong jika dampinganku bicara, terus nanti ada salah satu ketua kelompok yang bisa berbahasa Indonesia menerjemahkan.
Oh ya setiap pendamping mendampingi kurang lebih 350 rumah tangga sangat miskin, lalu dari sekian itu dibentuk kelompok kelompok dengan seorang ketua kelompok , (dan yang mendapat bantuan ini adalah pengurus rumah tangganya alias kaum perempuannya) untuk memudahkan koordinasi.
Desa tempat aku mengabdi sama dengan kebanyakan desa yang lain , kalau anak anak gadis sudah di tunangkan mulai kecil jadi banyak diantara mereka yang tidak lulus SD sudah menikah dan punya anak.
Ada banyak pengalaman yang bisa didapat selama mendampingi mereka, dan semua pengalaman membuat semakin aku bersyukur kepada Allah karena sudah diberi kesempatan sebagai pendamping.
Pernah suatu saat ada anak dampingan yang sudah sebulan tidak masuk sekolah ( SD ), ketika aku mengurus absensi ( absensi berhubungan dengan potongan bantuan, kalau sering absen maka akan dipotonglah bantuan mereka ) ke sekolah SD tersebut diberi tahu kalau anak tersebut tidak masuk sekolah sudah sebulan , setelah aku mengunjungi rumah dampingan tersebut yang memang betul betul sangat miskin, maka si ibu ngomong kalau Dewi ( nama anak tersebut ) takut mau sekolah dan dia mau sekolah kalau ditunggui ibunya, sementara ibunya tidak bisa menunggu karena harus mencari rumput untuk sapi yang dititipkan ke dia ( istilahnya gadon atau paron ), selain itu juga harus kerja di sawah orang karena dia memang buruh tani.
Dengan santai si ibu mengatakan bahwa karena anaknya tidak mau sekolah ya dia membiarkan saja ( walah maksud lue ), mulailah aku motivasi si ibu ( emang hanya Mario Teguh aja yang bisa hehehe ), aku jelaskan betapa pentingnya pendidikan , bagaimana kalau kita bodoh gampang ditipu orang.
" Bu , sampean gak kasihan ta sama Dewi , masak dia harus nyari rumput kayak sampean ?? masak sampean gak kepingin punya anak jadi guru atau jadi pegawai yang lain ? kalau nanti gak sekolah trus gak bisa baca tulis , meskipun jadi TKW ya gampang ditipu bu " aku berlagak motivator .
Setelah panjang lebar aku ceramah di depan ibunya Dewi lalu aku pamit pulang dan melakukan aktivitas lain, lalu beberapa minggu kemudian aku ditelepon oleh salah seorang guru di SD tersebut, dia mengucapkan terima kasih karena si Dewi sudah masuk sekolah dengan rutin meskipun mbahnya juga ikut duduk di dalam kelas hehehe
, ya Allah bangganya hati ini , merasa sangat berguna bagi orang lain .
Pernah juga punya pengalaman , ada dampingan yang ketiga anaknya sakit telinga ( maaf ) telinganya mengeluarkan air dan berbau, lalu dengan tegas aku katakan kalau tidak mau membawa ketiga anaknya ke rumah sakit untuk memerikasan telinga anaknya maka bantuan akan dipotong ( padahal kalau ini sich nggak gitu ), dan akhirnya dibawanyalah ketiga anaknya ke rumah sakit dan diobati dengan rutin, Alhamdulillah semua sekarang sembuh ( meskipun bukan dokter bisa maksa orang berobat lho hehehe ).....terima kasih ya Allah ternyata hidupku bermanfaat .
Dan yang paling seru menjadi pendamping adalah , kalau kita berkunjung ke rumah dampingan dan mereka lagi panen sayur pasti kita dibawain , apakah terong, lombok, tomat , sawi, pohong , dan yang lain, jadi berasa punya sawah dech meskipun gak ikut nanem hehehe, dan mereka kalau bawain gak tanggung tanggung bisa sekarung buesaaaar jadi kayak orang kulakan kalau pas aku pulang naik motor , lumayan selain dimasak sendiri bisa di bagi2 ke tetangga ( sekali lagi makasih ya Allah .....).

Rabu, 21 Maret 2012

Hari itu aku dan dua orang temanku pergi ke jakarta naik kerete api eksekutif Bima, seumur umur baru sekali ini kami bertiga naik kereta Bima ( biasanya kalau lagi punya duit aku naik pesawat atau kalau lagi gak punya duit naik kereta ekonomi hehehe ) , dari surabaya jam  lima sore kami bertiga dapat tempat duduk berjejer, terpisah oleh jalan.
Dengan kursi yang sudah disetel seenak mungkin kami menikmati perjalanan, ketika jam makan malam tiba , ditengah tengah aku menikmati musik yang aku dengar dari hand phone, aku dikagetkan oleh teman yang duduk disebelahku, dia menyenggol lenganku dengan menyodorkan seporsi bistik yang diedarkan oleh petugas di kereta api itu, lalu dengan santai kami bertiga menikmati menu tersebut ( dalam hati aku memuji pelayanan kereta ini , keren banget dapat makan malam pikirku ), tiba tiba kawan disampingku berbisik " kok yang dapat makanan cuman kita aja ya ??? yang lain kok gak dapat ??? refleks aku menoleh ke kanan kiri dan belakang serta melongok kedepan, ternyata betul cuma kami yang dapat.
Tanpa sengaja kami bertiga tertawa bersama ....terpingkal pingkal , karena ternyata itu bukan bagian dari fasilitas kereta api tapi harus dibayar ......hahahaha....dasar ndeso......

Minggu, 18 Maret 2012

Anakku,
terima kasih telah menjadi anakku.....
telah membuat aku dipanggil mama......
yang menerima mama apa adanya........
terima kasih untuk do'a yang kalian panjatkan .......
untuk semangat yang kalian berikan .......
untuk tawa yang menyejukkan .....
kalian bukan hanya sekedar buah hati .......
kalian adalah sahabat bagi mama....
maafkan mama....
karena belum bisa memberi kalian kemewahan.....
karena belum bisa menunjukkan warna warni keindahan dunia.......
namun.....
tak ada yang bisa menggantikan kalian.......
apapun yang di dunia ini.....
kalian melebihi apapun di dunia ini......

Rabu, 08 Februari 2012

apa yang harus aku lakukan ? sebenarnya sudah muak untuk melanjutkan hidup dengannya ..........tapi selalu saja rasa kasihan untuk tidak meninggalkannya. Sebenarnya aku juga bingung dengan pikiran dan tindakanku ini , tapi entahlah ???????? Aku hanya yakin bahwa Alla berkarya dengan cara yang ajaib dan diluar kemampuan akal manusia.Semoga hasil akhir nanti adalah yang terbaik buat aku dan anak anakku.

Minggu, 05 Februari 2012

P e r m a t a ep 2

Teruntuk anak anakku :
Hanya kalianlah yang bisa ,
Menggantikan tawar menjadi rasa,
Menghadirkan tiada menjadi ada,
Menjadikan hidupku penuh makna dan warna,
Karena kalianlah harta terindah dalam hidupku .........